Saturday, 14 March 2015

Berwirausaha Dengan Keluar Dari Teori Ekonomi

Berwirausaha merupakan salah satu pilihan sebagian besar orang untuk memperoleh rezeki dalam mencukupi dan menunjang kehidupan sehari-hari. Banyak dari para wirausaha yang menjalankan usahanya dengan cara-cara atau paham-paham dari ilmu ekonomi, sehingga segala sesuatunya selalu berpatokan pada teori-teori ekonomi yang belum tentu menghasilkan keberhasilan atau perkembangan pada usaha kita.

Disini penulis akan memberikan pengetahuan dan informasi mengenai berwirausaha dengan keluar dari ilmu dan teori-teori ekonomi yang penulis dapatkan dari pengusaha sukses indonesia yaitu Om Bob Sadino. Om Bob Sadino yang biasa di sapa Om Bob adalah seorang entrepeneur yang sangat sukses. Beliau dalam menjalankan usahanya jauh keluar dari ilmu dan teori-teori ekonomi, dengan cara tersebut beliau berhasil sukses menjadi pengusaha di bidang pangan dan peternakan dan memiliki jaringan usaha Kemfood dan Kemchick.



Om Bob adalah pria kelahiran Lampung pada 9 Maret 1933. Beliau adalah anak bungsu dari lima bersaudara dan berada pada keluarga yang berkecukupan. Beliau mewarisi harta orang tuanya pada saat umurnya 19 tahun, setelah orang tuanya meninggal. Harta kekayaannya sebagian besar di gunakan untuk berkeliling dunia dan Om Bob menetap di Belanda selama 9 tahun. Om Bob di Belanda bekerja di Djakarta Lylod di Amsterdam dan di Hamburg, Jerman. Om Bob juga bertemu jodohnya yaitu Ibu Soelami Soejoed di sana. Beliau kembali ke Indonesia pada tahun 1967 beserta keluarganya. Walaupun mewarisi harta orang tuanya tetapi Om Bob lebih memilih mandiri. Salah saru mobil mercedesnya di jual untuk membeli tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Beliau keluar dari pekerjaannya dan memulai menyewakan mobil mercedesnya sekaligus merangkap menjadi supir mobil mercedes yang di sewakannya tersebut. Tidak lama kemudian mobilnya rusak parah karena kecelakaan dan Om Bob beralih profesi menjadi tukang batu dengan gaji Rp. 100,-. Om Bob sempat depresi atas kejadian dan kondisinya tersbut. Dan Om Bob di sarankan oleh temannya untuk beternak dan berbisnis telur ayam negeri. Om Bob menjadi orang pertama yang memperkenalkan dan menjual ayam negeri di Indonesia.

Om Bob memulai dan menjalankan usahanya dengan penuh semangat, kerja keras dan pantang menyerah. Beliau merintis usahanya dari nol, dari menjadi supir, tukang batu hingga menjual telur dari warung ke warung telah Ia jalani, sampai Om Bob mencapai kesuksesannya seperti sekarang ini, tentu bukan hal yang mudah dalam meraih kesuksesannya ini karena di perlukannya keuletan dan konsep berbisnis yang sangat baik.

Sebagai pengusaha sukses Indonesia, Om Bob Sadino tidak menggunakan teori-teori dan ilmu ekonomi melainkan Om Bob mempunyai teori sendiri yaitu “Teori Goblok”. Teori Goblok Om Bob ini menjadi kontroversial di kalangan para pengusaha karena bertentangan dengan paham ilmiah ekonomi. Pengusaha sukses yang nyentrik ini dengan khas pakaiannya yaitu kemeja lengan pendek dan celana pendek memperkenalkan Teori Gobloknya dalam seminar-seminar di mana dia sebagai Narasumbernya. Berikut Teori-teori Goblok Om Bob Sadino,

1.      “ Saya menggoblokan diri saya terlebih dahulu sebelum menggoblokan orang lain”

Dari teori tersebut, Om Bob Sadino telebih dahulu mencoba, menganalisis dan menggunakan teori gobloknya sebelum di ajarkan dan di perkenalkan kepada orang lain untuk mencobanya.

2.      “Sebelum bertemu orang yang baru pertama saya temui, saya mengosongkan gelas saya               terlebih dahulu.”

Om Bob adalah pengusaha yang ramah dan terbuka kepada siapapun, sehingga maksud dari teori ini adalah Om Bob akan mempelajari dan menyerap semua ilmu-ilmu dan pengalaman seseorang yang Ia temui lewat perbincangan.

3.      “Orang goblok sulit mendapat pekerjaan sehingga Ia membuka usahanya sendiri, lalu pada         saat usahanya berkembang, maka orang goblok tersebut mempekerjakan orang pintar.”

Orang yang sulit mencari pekerjaan karena taraf pendidikannya tidak memenuhi persyaratan suatu perusahaan, lebih memilih membuka usaha sendiri dan berwirausaha dengan sungguh-sungguh sehingga usahanya tersebut berkembang dan bisa mempekerjakan orang-orang yang berpendidikan.

4.      “Orang pintar terlalu banyak ide sehingga tidak ada satupun idenya yang jadi kenyataan,            sedangkan orang goblok hanya punya satu ide dan itu jadi kenyataan.”

Orang yang mempunyai banyak ide belum tetntu bisa merealisasikan idenya karena terlalu banyak ide-ide lainnya yang ingin di realisasikan juga, sehingga malah tidak ada yang dapat di realisasikan, sedangkan orang yang hanya mempunyai satu ide dia hanya akan fokus terhadap ide tersebut sehingga suatu ketika bisa di realisasikan.

5.      “Orang pintar berpikir jauh hingga ribuan mil hingga terasa berat, sedangkan saya hanya           melanglah. Ngapain mikir kan cuma selangkah.”

Dalam teori ini Om Bob membedakan antara orang pintar yang terlalu banyak pertimbangan dalam memulai sesuatu, sedangkan Om Bob lebih berpikir praktis dan lebih berani memulai sesuatu sehingga lebih cepat meraih kesuksesan dan keberhasilan.

6.      “Saya bisnis cari rugi sehingga kalau rugi tetap semangat dan apabila untung saya malah             tambah bersyukur.”

Harap anda jangan langsung menelan mentah-mentah teori tersebut karena yang di maksud Om Bob adalah sebaiknya kalau ingin memulai suatu usaha jangan terlalu memikirkan besarnya keuntungan atau jangan terlalu berharap banyak, tetapi anda harus berpikir hal-hal yang tidak enaknya terlebih dahulu seperti, kebangkrutan dan kerugian sehingga apabila hal itu terjadi pada anda, anda tidak putuh asa dan menyerah justru memperbaiki dan mengevaluasi hal tersebut agar tidak terjadi di bisnis anda yang selanjutnya.

7.      “Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya               karena hasil kegilaan saya.”

Dalam memulai dan menjalankan sesuatu jangan hanya berpatokan pada satu cara tetapi juga harus sekali-kali mencoba dan menciptakan cara-cara baru sebagai terobosan dalam meraih kesuksesan, sehingga kita mendapatkan hasil-hasil yang berada di luar pemikiran dan menghasilkan hasil yang lebih maksimal dalam menjalankan usaha.

8.      “Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan                     kepada muridnya supaya kreatif.”

Daya kreatifitas seseorang merupakan salah satu senjata utama untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya. Dengan kreatifitas tinggi, maka seseorang mampu dan berpotensi untuk menciptakan hal-hal baru yang dapat menjadi sarananya untuk menjadi orang sukses yang di kenal banyak orang.

9.      “Orang goblok itu nggak banyak mikir yang penting terus melangkah. Orang pintar                     kebanyakan mikir, akibatnya ridak pernah melangkah.”

Dalam memulai suatu usaha, sebaiknya jangan terlalu kebanyakan pertimbangan rugi atau untungnya tetapi yang terpenting adalah memulai secepatnya dan mendapatkan ilmu dalam praktek di lapangan.

10.  “ Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras                   untuk sukses supaya bisa bayar pelamar kerja.”

Seorang wirausaha kecil maupun menengah biasanya adalah orang-orang yang tidak memiliki taraf pendidikan yang tinggi sehingga Ia membuka usahanya sendiri dan fokus untuk memajukan dan mengembangkan usahanya supaya dapat mempekerjakan karyawan-karyawan yang mempunyai taraf pendidikan yang tinggi.

11.  “Orang pintar maunya cepat berhasil, padahal semua orang tahu itu Impossible! Orang                goblok cuma punya satu harapan, yaitu hari ini bisa makan.”

Tidak ada segala sesuatu kesuksesan yang  mudah untuk di capai tetpai memerlukan proses yang panjang dan fluktuasi yang kerap kali timbul. Dan apabila anda sukses dengan cepat, maka kesuksesan itu juga akan menghilang dengan cepat. Dalam berwirausaha, proses merupakan hal yang penting agar anda dapat mempelajari masalah-masalah dan gejolak-gejolak dalam dunia bisnis sehingga sebaiknya berpikir sepraktis mungkin dan berkembang secara bertahap.

Demikian pengetahunan mengenai cara berwirausaha di luar paham dan teori-teori ekonomi. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam memulai dan menjalankan suatu usaha.



No comments:

Post a Comment